Resep Kue Pancung Khas Betawi Lembut

Resep Kue Pancung Khas Betawi Lembut - Kue ini merupakan kue jajanan pasar, karena setiap daerah pasti ada di jual kue pancung ini,di pasar-pasar atau di pinggiran jalan, namun di setiap daerah mungkin ada sedikit beda resep dalam mengolah Kue Pancung ini, pada malam yang mulai ini admin mau membagikan Resep Kue Pancung Khas Betawi dulu, sedangkan kue pancung khas di daerah lain, pasti resepnya akan menyusul dibelakang, Insya Allah...mari kita tengok apa saja bahan dan cara mengolahnya yuk......
Kue Pancung Khas Betawi Lembut

Bahan - bahannya :

  • Tepung Terigu 200 gram
  • Gula Pasir 100 gram
  • Garam ½ sendok teh
  • Telur 3 butir
  • Baking powder 1 sendok teh
  • Air soda tawar 125 ml
  • Santan kental  25 ml
  • Margarin 2 sendok makan,di lelehkan
  • Meses ceres secukupnya

Cara membuatnya :

  1. Langkah yang pertama adalah mengecek semua bahan yang diperlukan, kalau semua bahan sudah tersedia baru mulai berkreasi :
  2. Pertama yang anda lakukan adalah Campurkan telur, gula, dan garam menjadi satu lalu kocok sampai adonan mengembang. Kemudian tambahkan tepung terigu dan baking powder yang sudah diayak halus, aduk kembali adonan perlahan-lahan. Tambahkan santan dan air soda tawar lalu kocok sampai rata.Selanjutnya masukkan margarin, lalu aduk hingga rata.
  3. Sesudah siap adonannya lalu panaskan cetakan kue pancong terlebih dahulu, olesi cetakan dengan margarin secara menyeluruh. Kemudian tuangkan adonan ke dalam cetakan yang tadi sampai hampir penuh. Selanjutnya taburi dengan meses ceres di atasnya. Ulangi langkah yang sama sampai adonan matang.
  4. Lalu tutup dan biarkan sampai adonan mengembang dan matang, jika sudah matang angkat dan kue pun siap di hidangkan.
Mudahkan, ayo belajar membuat kue ini karena kalau sudah mahir dengan kue ini, bisa di buat sebagai kue jajanan, lumayan bisa mendongkrak ekonomi keluarga, Kalo kue silakan ke TKP yaitu ke Mario Teguh Resep karena banyak resep terbaru di sana.

Resep Kue Pancung Khas Betawi Lembut Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Dewi Fahlevi

0 komentar:

Posting Komentar